Tips Membeli Logam Mulia untuk Pemula

Tips Membeli Logam Mulia untuk Pemula

Bagaimana cara membeli logam mulia, agar terhindar dari berbagai penipuan logam palsu? Kali ini kami akan membahas lebih banyak mengenai tips-tips membeli logam mulia untuk para pemula. Yuk, simak pembahasannya dibawah ini:

Tips Membeli  Logam Mulia untuk Pemula

Beberapa waktu yang lalu pernah terjadi penipuan-penipuan berbentuk investasi logam mulia. Beberapa pelaku memalsukan jenis emas logam mulia batangan dengan logam campuran. Jika Anda ingin berinvestasi logam mulia, maka Anda harus:

  1. Memastikan logam mulia yang dibeli adalah emas murni 24 karat.
  2. Ketahui interval atau range perdagangan logam mulia (ingat selalu ada selisih antara harga jual dan harga beli). Untuk mengetahui harga emas hari ini, silakan cek di sini.
  3. Berinvestasilah sesuai dengan rencana keuangan yang Anda miliki.

Bagaimana Cara Membedakan antara Logam Mulia Asli dan Palsu?

Seperti yang Anda ketahui, saat ini harga logam mulia ANTAM berada di kisaran Rp1.019.000,00 per gram.

Mengingat harga emas yang sangat mahal, maka kita perlu berhati-hati dalam membeli emas. Karena pada saat ini, banyak oknum yang memperjualkan logam mulia palsu. Mereka sering mengelabui konsumennya dengan iming-iming harga yang murah. Para pelaku sangat lihai mengelabui calon pembelinya, misal modus yang digunakan adalah: mengaku sedang membutuhkan uang, sehingga terpaksa jual emas jauh di bawah harga pasar (bisa 60% sampai dengan 70% harga pasar).

Jangan mudah percaya jika ada orang yang menawarkan logam mulia dengan harga sangat murah. Sejatinya jika Anda memiliki emas dan kepepet dana, Anda memiliki pilihan untuk menggadaikan emas. Biasanya pegadaian akan memberikan pinjaman mencapai 85% dari harga emas. Hati-hati dalam berinvestasi logam mulia, khususnya pada saat membeli. Kalau sudah terlanjur dibohongi, konsumen adalah pihak yang paling dirugikan, karena uang mereka juga tidak dapat kembali dan emas palsu harganya sangat rendah.

1. Lihat Ciri Fisiknya

Cara pertama agar terhindar dari emas palsu adalah mengamati ciri-ciri fisik. Setiap logam mulia produksi ANTAM, terdapat cap yang menandakan kadar emas misalnya 10K, 14K, 18K, 22K atau 24K. Karat menunjukkan kemurnian sebuah emas . Logam mulia murni memiliki kadar sebesar 24 karat. Emas perhiasan pada umumnya memiliki karat di bawah 24K.

Logam mulia yang ada di pasar tidak semuanya buatan ANTAM, ada juga beberapa perusahaan swasta yang membuat logam mulia, contoh: UBS, King Halim dan lain sebagainya. Selain itu ada juga logam mulia yang tidak memiliki merek, para pedagang biasa menyebutnya emas cukim. Sayangnya ada beberapa oknum dan pihak yang tidak bertanggung jawab memalsukan logam mulia. Oknum-oknum tersebut menggunakan merek palsu yang menyerupai logo ANTAM. Modus ini paling sering mengecoh para investor pemula. Oleh sebab itu Anda harus mengamati ciri-ciri logam Antam yang asli.

Cara kedua, Anda dapat melakukan uji perubahan warna logam mulia. Caranya sederhana: gosokkan emas dengan jari-jari pada bagian tertentu. Umumnya logam mulia palsu akan menampakkan warna logam lain sehingga terlihat tidak seragam dan bergradasi.

Meskipun dengan cara fisik belum meyakinkan 100% namun cara ini digunakan orang-orang yang sudah terbiasa mengetahui emas atau biasa melakukan jual-beli emas. Tentu saja melihat fisiknya bisa meminimalkan tingginya penipuan atau pemalsuan.

2. Menggunakan Magnet

Cara selanjutnya adalah melakukan pengecekan dengan menggunakan magnet. Cara ini memang jarang Anda lihat di toko emas atau pedagang emas, namun cara ini cukup bermanfaat. Gunakan magnet yang kuat untuk melakukan pengecekan. Dekatkan magnet tersebut, apabila emas yang diuji tertarik dan menempel di magnet maka dapat dipastikan emas tersebut palsu.

Kelemahannya: dalam beberapa kasus, uji magnet kurang efektif, karena banyak logam non-magnetik yang dapat digunakan untuk dijadikan emas palsu.

 3. Goreskan Pada Kertas

Goreskan logam mulia atau emas ke permukaan keramik. Lihat hasilnya, apabila pada permukaan keramik terdapat goresan berwarna hitam maka emas tersebut palsu tetapi jika tidak ada goresan maka emas tersebut asli. Selain keramik dapat juga menggunakan kertas. Coba bandingkan emas asli dengan uang logam.

Apabila uang logam digoreskan ke kertas maka terdapat goresan berwarna hitam tetapi apabila emas asli digoreskan ke kertas maka tidak ada goresan di kertas tersebut. Namun cara seperti ini juga tidak dianjurkan karena dapat menggores emas.

4. Uji Densitas

Mengukur kepadatan logam merupakan cara yang paling rumit dan juga efektif. Karena semakin tinggi kepadatan logam mulia maka semakin murni logam tersebut. Kepadatan emas murni adalah 24K atau 19,3 g/ml. Sehingga jarang sekali logam  yang kepadatannya melebihi emas murni.

Uji densitas ini biasanya dilakukan untuk melakukan pengujian emas yang akan didagangkan setelah dari tambang. Cara ini dapat mengetahui bahwa hasil tambangan tidak dicampur atau ditipu. Karena banyak perusahaan atau pengusaha emas yang tidak tahu apakah yang digunakan penambang lapangan adalah emas asli atau bukan.

5. Uji Nitrit

Terakhir yaitu menguji emas dengan menggunakan cairan asam. Cara ini cukup efektif untuk mengetahui asli atau tidaknya emas. Yang pertama harus dilakukan adalah dengan menetesi emas dengan cairan asam. Lalu perhatikan reaksi yang terjadi.

  1. Reaksi warna hijau menunjukkan logam besi berlapis emas.
  2. Reaksi warna susu menunjukkan logam perak berlapis emas.
  3. Jika tidak ada reaksi kemungkinan besar emas tersebut asli.

Akan tetapi, cara ini juga berisiko karena mengandung cairan kimia yang berbahaya. Jadi sangat dianjurkan tes asam ini untuk diserahkan ke toko emas saja.

Apakah Anda pernah ragu-ragu saat membeli logam mulia? Silahkan share pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *